Hari ini Malik luar biasa rewel. Malik nggak bisa tenang tidurnya. Alhasil, aku nggak tidur dari jam 2 pagi sampai sekarang ini (jam 8 malem). Sebenernya sejak Malik lahir, kurang tidur sudah biasa buat aku, tapi kayaknya hari ini adalah yang terpanjang.
Kalau Malik rewel, sebenernya aku sedih, karena aku nggak bener-bener tau kenapa sebenernya dia rewel.
Popok aku ganti, baju aku pastikan kering, posisi nggendong dan tidur sudah aku usahakan senyaman mungkin, tapi Malik tetep nggak bisa tenang.
Popok aku ganti, baju aku pastikan kering, posisi nggendong dan tidur sudah aku usahakan senyaman mungkin, tapi Malik tetep nggak bisa tenang.
Akhirnya, pasti yang dipertanyakan adalah ASI ku. Mungkin saja ASI ku encer atau hanya keluar sedikit sehingga Malik tidak kunjung kenyang. Jadinya Malik nggak bisa tidur.
Dari dulu, aku bukan tipe orang yang suka makan. Dan setelah ada Malik, aku dituntut untuk makan LEBIH BANYAK dari orang pada umumnya. Umumnya orang makan 3x sehari, kalau bisa aku 6x sehari. Padahal, aku biasanya belum tentu makan 3x. Kalaupun makan 3x, porsinya pun sedikit.
Bukan karena diet dan menjaga makan, tapi memang nafsuku terhadap makanan itu tidak besar. Hiks.
Bukan karena diet dan menjaga makan, tapi memang nafsuku terhadap makanan itu tidak besar. Hiks.
Akhirnya, demi Malik, aku mulai mendorong diriku sendiri untuk makan lebih banyak dari biasanya. Walaupun untuk saat ini, masih dibantu sama mama. Iya, setiap hari, pagi-siang-malam aku di suapin sama mama. Karena aku nggak sanggup makan makanan sebanyak itu sendiri. Jadi mama menyuapiku. Sampai aku mau muntah rasanya. Tapi harus tetap aku lakukan kalau aku ingin memberikan ASI Eksklusif minim 6 bulan untuk Malik. Aku harus bisa kasih ASI eksklusif itu untuk Malik, harus bisa. Karena tidak ada satu susu formula pun yang bisa memberikan kehebatan-kehebatan yang terkandung dalam ASI kepada Malik, kecuali ASI itu sendiri.
Aku akan berjuang, ya aku akan berjuang..
Aku akan berjuang, ya aku akan berjuang..
Sekarang juga aku mulai rajin pumping. Walaupun belum bisa dapat banyak ASI dalam setiap pumping, tetap aku lakukan setiap hari. Dengan harapan, semakin sering dipumping, produksi ASI akan semakin banyak. Plus, aku juga ingin mengajarkan Malik minum ASI ku dari botol. Sehingga, misal aku diharuskan untuk mengurus hal lain, atau misal mendadak aku sakit karena kelelahan, at least sudah ada simpanan ASI dalam botol yang siap untuk Malik.
Inshaallah..
Inshaallah..
Malik, mama sayang Malik..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar