Selasa, 12 Mei 2015

Malik Suntik Hepatitis B

Hari ini Malik suntik hepatitis B.
Nggak tega liat paha Malik di suntik. Hiks.. T-T
Daaaaann akhirnya Malik disuntik, njerit sekali, lalu diam.
Alhamdulillaaaahh..

Pertanyaan selanjutnya, "dok, setelah di suntik ini bakal panas nggak dok?"

Dokter, " enggak bu. Pokoknya di beri ASI terus ya..."

Aku, "SIAP DOK!"

Bismillah, semoga Malik kuat dan nggak rewel malem ini ya Allah.
Aaaaammmiiinn.. 😍😍😍

Oya, Baby Malik yang berat awalnya 2,7kg dan panjang 48cm, setelah sebulan ini sekarang beratnya 4,02kg dan panjang 51cm.
Alhamdulillaaaaahh..
Sehat terus ya sayangku Malik.

Senin, 11 Mei 2015

Hari ini Malik luar biasa rewel. Malik nggak bisa tenang tidurnya. Alhasil, aku nggak tidur dari jam 2 pagi sampai sekarang ini (jam 8 malem). Sebenernya sejak Malik lahir, kurang tidur sudah biasa buat aku, tapi kayaknya hari ini adalah yang terpanjang.
Kalau Malik rewel, sebenernya aku sedih, karena aku nggak bener-bener tau kenapa sebenernya dia rewel.
Popok aku ganti, baju aku pastikan kering, posisi nggendong dan tidur sudah aku usahakan senyaman mungkin, tapi Malik tetep nggak bisa tenang.
Akhirnya, pasti yang dipertanyakan adalah ASI ku. Mungkin saja ASI ku encer atau hanya keluar sedikit sehingga Malik tidak kunjung kenyang. Jadinya Malik nggak bisa tidur.
Dari dulu, aku bukan tipe orang yang suka makan. Dan setelah ada Malik, aku dituntut untuk makan LEBIH BANYAK dari orang pada umumnya. Umumnya orang makan 3x sehari, kalau bisa aku 6x sehari. Padahal, aku biasanya belum tentu makan 3x. Kalaupun makan 3x, porsinya pun sedikit.
Bukan karena diet dan menjaga makan, tapi memang nafsuku terhadap makanan itu tidak besar. Hiks.
Akhirnya, demi Malik, aku mulai mendorong diriku sendiri untuk makan lebih banyak dari biasanya. Walaupun untuk saat ini, masih dibantu sama mama. Iya, setiap hari, pagi-siang-malam aku di suapin sama mama. Karena aku nggak sanggup makan makanan sebanyak itu sendiri. Jadi mama menyuapiku. Sampai aku mau muntah rasanya. Tapi harus tetap aku lakukan kalau aku ingin memberikan ASI Eksklusif minim 6 bulan untuk Malik. Aku harus bisa kasih ASI eksklusif itu untuk Malik, harus bisa. Karena tidak ada satu susu formula pun yang bisa memberikan kehebatan-kehebatan yang terkandung dalam ASI kepada Malik, kecuali ASI itu sendiri.
Aku akan berjuang, ya aku akan berjuang..
Sekarang juga aku mulai rajin pumping. Walaupun belum bisa dapat banyak ASI dalam setiap pumping, tetap aku lakukan setiap hari. Dengan harapan, semakin sering dipumping, produksi ASI akan semakin banyak. Plus, aku juga ingin mengajarkan Malik minum ASI ku dari botol. Sehingga, misal aku diharuskan untuk mengurus hal lain, atau misal mendadak aku sakit karena kelelahan, at least sudah ada simpanan ASI dalam botol yang siap untuk Malik.
Inshaallah..
Malik, mama sayang Malik.. 

Minggu, 10 Mei 2015

Menjadi Ibu adalah Komitmen Besar

Menjadi seorang Ibu adalah pilihan seorang wanita untuk sebuah komitmen seumur hidup yang luar biasa.
Dimana seorang wanita tidak lagi hanya memikirkan dirinya sendiri tapi seutuhnya memikirkan segala yang terbaik untuk anaknya.
Dimana seorang wanita meninggalkan keegoisan dirinya untuk anaknya.
Dimana seorang wanita memberikan semua waktunya, daya dan pikirannya untuk anaknya.

Pernah suatu kali mamaku bilang, kalau dibandingkan mengurus anak, bekerja adalah hal yang jauh lebih mudah untuk dilakukan.
Jadi, misalnya ingin memilih mudah, ya lebih baik bekerja dan menitipkan anak kepada orang tua, baby sitter atau pembantu.

Saat itu aku berpikir, masa iya begitu. Bukankah mengurus anak adalah hal yang sederhana? Yang aku perhatikan, yang dilakukan ya itu itu saja. Berbeda dengan bekerja, ada tanggung jawab dan tugas-tugas yang harus dihadapi dan diselesaikan setiap harinya. Ada tenggat waktu yang harus dipenuhi. Ada target-target yang harus dicapai. Bukankah itu tidak mudah?

Tapi, sekarang, saat aku benar-benar menjadi full mom, aku baru mengerti dengan kata-kata mamaku dulu.
Ternyata memang menjadi Ibu yang mengurus anaknya pagi-siang-malam tanpa jeda tidaklah mudah.
Belum lagi tidak ada bayaran, tidak ada prestige, tidak ada puja puji, dan sering di anggap remeh bagi sebagian orang.

Paska melahirkan, setelah melewati masa persalinan yang menyakitkan, seorang wanita langsung memiliki sebuah tanggung jawab besar yang diberikan oleh Allah kepadanya dan diterimanya dengan linangan air mata kebahagiaan. Merawat dan mengasuh titipan Nya.
Paska melahirkan, seorang anak langsung menyusui ibu nya, berlanjut keesokan harinya, keesokan harinya, keesokan harinya, terus menenerus,  stand by untuk memberikan asi eksklusif, terjaga jika anak merengek...
Paska Melahirkan, tugasnya menjadi seorang ibu mengalir, tanpa henti, tanpa istirahat, tanpa pemain cadangan, 7 hari 24 jam, tiap menitnya, tiap detiknya, tiap hembusan napasnya..
Paska melahirkan, hidup seorang Ibu didedikasikan kepada anaknya..

Oleh karenanya, Menjadi seorang Ibu adalah pilihan seorang wanita untuk sebuah komitmen seumur hidup yang luar biasa.
Karena Memiliki anak bukan sekedar untuk punya-punyaan, apalagi untuk pamer-pameran.
Jika sekali Allah telah mengamanatkan seorang anak, semoga kita sebagai wanita, dapat menjadi Ibu seutuhnya bagi anak kita. Inshaallah yaaa.. bismillah.. 😘😘😘