Alhamdulillah Ya Allah.. telah lahir Anak Lelaki kami, ABDUL MALIK BAHALWAN.
Tadi malam, jam 20.15.
The Full Story
Tgl 14 April 2015
Jam 02.00 pagi, aku terbangun karena merasakan perutku yang terasa tegang. Langsung aku ambil HP dan pasang stopwatch, untuk memastikan tegang diperutku ini setiap berapa menit sekali.
Ternyata, setiap kurang lebih 5 menit sekali tegang diperutku muncul. Dan kejadian ini berlangsung dari jam 02.00-04.00 dan berhenti.
Jam 10.00 aku putuskan pergi ke Dokter kandunganku, dr.Didi Darmahadi, sp.og di RS.Husada Utama, walaupun sudah tidak terasa lagi tegang di perut. Tapi, tak apalah, yang penting di check dulu sama dokter, pikirku.
Jam 12.00 dr.Didi melakukan kontrol seperti biasanya, cek USG, cek berat badan bayi (yang ternyata turun gara-gara 2 minggu terakhir ini aku muntah-muntah), cek ukuran kepala bayi,cek detak jantung, dll.
Setelah cek rutin selesai, dr.didi bilang, ada kemungkinan kelahiran akan terjadi 1 minggu lagi. Tapi, aku ingin dilakukan cek dalam. Dan dr.Didi menyetujuinya. Setelah dilakukan cek dalam, diketahui ternyata kepala bayi sudah benar-benar dada di jalan lahir dan kepala bayi sudah dapat di sentuh oleh dr.Didi, beliau juga bilang, lapisan pembatasnya juga sudah tipis. Jadi, ada kemungkinan malam ini akan terjadi kelahiran.
Karena masih berupa kemungkinan, dr.Didi menyarankan aku untuk semakin banyak jalan-jalan. Supaya semakin cepat proses melahirkannya nanti.
Jadi, aku putuskan, setelah pulang dari Husada Utama, untuk jalan-jalan mencari stroller.
Awalnya, aku makan siang dulu di Hokben Polisi Istimewa. Setelah itu pergi ke Kitty dan dilanjutkan ke Suzanna, tempat dimana akhirnya aku membeli stroller.
Jam 16.30 aku kembali pulang di sidoarjo. Sampai rumah sekitar jam 17.30. Jam 18.00 aku sudah mulai merasakan tegang diperut dengan intensitas sakit yang lebih besar. Jam 18.30 aku di antarkan oleh om tonk dan mama berangkat ke RSIA Kendangsari Rungkut. Selama perjalanan, LUAR BIASA SAKIT yang aku rasakan. Kontraksi diperut menjadi SEMAKIN SERING DAN SEMAKIN HEBAT. Jalan tol sepi, jadi aku suruh om tonk untuk ngebut, minim 80km/jam.
Jam 19.00 sampai RSIA Kendangsari dan langsung masuk ruang bersalin. Aku langsung dibaringkan dan di periksa oleh bidan, ternyata sudah pembukaan 5!
Mashaallah..
SAKITNYA LUAR BIASA.
Selama 1 jam penuh, aku berasa jadi penyanyi rock di ruang bersalin. Aku nggak berhenti berteriak. Walaupun semua bidan dan suster dan juga mamaku yang menemaniku saat itu sudah menyuruhku untuk tidak berteriak, ambil nafas panjang dan menghemat energi, AKU TIDAK BERGEMING. hahahaaaa.. aku tetap teriak-teriak sepuasku. Melepaskan rasa sakit diperutku melalui mulutku. Sekalinya aku mencoba untuk mengambil nafas panjang, aku muntah. Hahahaa.. jadi, akhirnya kembali aku teriak-teriak 😂😂😂
Semua bidan dan suster bilang, "bu, kalau ibu teriak-teriak, nanti tenaganya habis. Nanti nggak bisa ngeden waktu saatnya disuruh ngeden lho". Aku nggak bisa menjawab kata-katanya karena sudah terlalu sakit perut ini, jadi aku hanya bisa menjawab di dalam pikiranku, "No! Aku nggak bisa berhenti berteriak! Dan aku yakin, nanti saat disuruh ngeden pun, aku tetap akan punya BANYAK TENAGA!"
Selama proses pembukaan 5-10, bisa dibilang ruang persalinan sudah seperti arena perang. Ada air ketuban dan darah yang pecah dan membanjiri kasur, plus muntahan hasil dari mencoba untuk nafas panjang.
Sekitar jam 20.10 pembukaan sudah 10 dan dr.Didi belum dateng. Aku dilarang untuk ngeden karena katanya belum waktunya. Huwaaaaaa.. aku teriak, "NGGAK BISA NGGAK NGEDEN SUS! GIMANA INI?!?!?!?" . Ya begitulah, tadinya aku teriak untuk menyalurkan dan mengeluarkan energi ke atas melalui mulut, supaya nggak mengalir kebawah yang mengakibatkan ngeden sebelum waktunya..
Tapi, sudah pembukaan 9-10 aku sudah tidak bisa menahan ngeden. Rasanya sudah otomatis. Tidak bisa di tahan-tahan lagi.
Akhirnya bidan mulai menyuruhku membuka kakiku, posisi melahirkan. Dan disaat itu juga, dr.Didi alhamdulillah datang! Subhanallah..
Dr.Didi lgsg bilang, "baik bu, ngeden".. daaaaann.. walllaaaa... sekali ngeden anak lelakiku lahiiiirrr!!!
Badan langsung lemas, dan pertanyaan pertamaku ke dr.Didi "Bagaimana anak saya dok? Sehat? Lengkap dok?", dr.Didi jawab, "alhamdulillah sehat bu 😊😊😊"
Syukur alhamdulillaaaaahh..
Dan pertanyaan kedua, "Dokter kok baru dateeeeeng..???" *sambil aku mencoba menggapai tangannya*
Hahahahaaa..
-------------------------------------
Alhamdulillah, anak pertama kami lahir dengan selamat dan sehat melalui proses normal dengan Berat 2.7kg dan panjang 48 cm, dan kami memberi nya nama ABDUL MALIK BAHALWAN.
Diambil dari nama Asmaul Husan, Al-Malik. Dimana abdul berarti hamba Allah.
Hamba Allah Yang Maha Memiliki.
Inshaallah Khair 😍😍😍